ANKARA, iNews.id - Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan, bergabung dengan Uni Eropa bukan menjadi prioritas bagi Turki saat ini. Dia justru mengatakan Eropa akan rugi jika Turki berada di luar blok kawasan tersebut.
"Eropa tampaknya tidak ingin Turki bergabung dengan Uni Eropa. Ini bukan prioritas bagi Ankara, sementara Eropa yang dirugikan jika Turki tidak menjadi anggota Uni Eropa," kata Erdogan, kepada saluran televisi Al Jazeera, dikutip Minggu (16/8/2026).
Dewan Uni Eropa pada Sabtu (15/8/2026) menyetujui dokumen berjudul "Pemahaman Bersama-Ancaman dan Tantangan yang Kita Hadapi: Penilaian Lingkungan Strategis Uni Eropa" yang isinya membahas tentang Turki, kemungkinan pencaplokan Siprus, serta keamanan di kawasan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menolak dokumen tersebut dengan menyebutnya sebagai bias dan tidak adil.
Pemerintahan Erdogan merespons dokumen itu menunjukkan Uni Eropa tidak memiliki visi untuk masa depan bersama dengan Ankara.
Turki diberikan status negara kandidat masuk Uni Eropa pada 1999, kemudian negosiasi keanggotaan dimulai lagi pada 2005.
Namun proses negosiasi praktis terhenti karena ketidaksepakatan mengenai supremasi hukum, situasi Siprus, hubungan di Mediterania Timur, serta isu politik lainnya.