Murka, Mahathir Sebut Anwar Ibrahim Diktator gegara Acaranya Dibatalkan

Anton Suhartono
Mahathir Mohamad (Foto: Reuters)

Mahathir mengaku tak paham mengapa pemerintahan Anwar takut pada orang Melayu, sehingga tidak memberikan izin acaranya.  Menurut Mahathir, penyelenggara sudah mencoba empat tempat tapi tidak ada yang mengizinkan. Pertemuan ini seperti acara rasis yang harus ditentang.

"Sebenarnya ketika Anda memblokade satu ras, Anda lah yang rasis,” kata Mahathir.

Selama gerakan Reformasi di pemerintahannya, lanjut Mahathir, pendukung Anwar kerap menggelar unjuk rasa yang keras namun tak diganggu.

“Ini adalah pemerintahan diktator. Orang-orang menuduh saya sebagai diktator, tapi beri tahu saya diktator mana yang mundur. Pers disensor, tidak ada berita buruk mengenai pemerintah yang dicetak,” ujarnya lagi.

Mahathir mundur dari jabatan PM pada 2020 setelah koalisi Pakatan Harapan menang dalam pemilu 2018. Keduanya menyatukan kekuatan untuk melawan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak. Pengunduran diri Mahathir itu juga menutup peluang Anwar naik sebagai PM ketika itu. Sebelum pemilu, Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatan PM kepada Anwar. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit setelah Istri Meninggal Dunia

5 hari lalu

Menyayat Hati! Potret Mahathir Saksikan Pemakaman Sang Istri, Diinfus dan Terus Menangis

5 hari lalu

Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Lalu Lintas Arah GBK Macet

5 hari lalu

Pesan Haru Mahathir Mohamad untuk Istri Tercinta Siti Hasmah yang Meninggal Hari Ini 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal