Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Hari Jumat Saat Ditahan oleh China

Arif Budiwinarto
Muslim Uighur di Eropa berdemonstrasi di Turki mengecam kebijakan pemerintah China yang memasukkan jutaan Muslim Uighur di Negeri Tirai Bambu ke kamp-kamp reedukasi. (foto: AFP)

STOCKHOLM, iNews.id - Pengakuan mengejutkan diungkap oleh seorang perempuan Uighur yang pernah berada di dalam kamp reedukasi pemerintah China di Provinsi Xinjiang. Dia mengatakan selama berada di kamp tersebut, Muslim Uighur dipaksa makan daging babi yang diharamkan dalam agama Islam. 

Sayragul Sautbay merupakan salah satu Muslim Uighur yang cukup beruntung bisa dibebaskan dari kamp reedukasi China di Xinjiang pada awal 2018 lalu. Bersama ibunya, Sautbay kini tinggal di Swedia. Namun demikian, ibunya masih terus dihantui bayangan menakutkan kekerasan serta penyiksaan yang mereka alami selama di dalam kamp. 

Baru-baru ini, Sautbay yang merupakan seorang dokter serta tenaga pengajar meluncurkan buku yang berisi pengalamannya selama berada di dalam kamp reedukasi China. Secara rinci, Sautbay bercerita kepada Aljazeera mengenai perlakukan kurang manusiawi yang dilakukan terhadap Muslim Uighur termasuk, kekerasan seksual serta sterilisasi paksa. 

"Setiap hari Jumat, kami semua dipaksa memakan daging babi," kata Sautbay. 

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
2 jam lalu

Heboh! Pemimpin Korut Kim Jong Un Dirumorkan Meninggal akibat Pendarahan Otak

5 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

6 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

6 hari lalu

Mentrans Ajak China Riset Kawasan Transmigrasi, Petakan Potensi Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal