Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Hari Jumat Saat Ditahan oleh China

Arif Budiwinarto
Muslim Uighur di Eropa berdemonstrasi di Turki mengecam kebijakan pemerintah China yang memasukkan jutaan Muslim Uighur di Negeri Tirai Bambu ke kamp-kamp reedukasi. (foto: AFP)

"Mereka dengan sengaja memilih melakukannya di hari suci bagi umat Muslim. Dan jika Anda menolak, Anda akan mendapat hukuman mengerikan," lanjutnya. 

China berusaha menciptakan perasaan bersalah pada Muslim Uighur

Dia menambahkan, kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk menimbulkan rasa malu dan bersalah pada para tahanan Muslim. Sautbay juga sulit untuk menjelaskan dengan kata-kata, setiap emosi yang dirasakan setiap kali makan daging babi. 

"Saya merasa seperti saya adalah orang yang berbeda. Di sekitar saya menjadi gelap. Sangat sulit untuk menerimanya," ujarnya. 

Kesaksian dari Sautbay dan lainnya menjadi indikasi tentang bagaimana China berusaha untuk merusak Muslim Uighur di Xinjiang dengan membidik kepercayaan budaya dan agama. 

Kamp-kamp konsentrasi yang diklaim China sebagai kamp reedukasi dibuka sejak 2017. Di lokasi tersebut, jutaan Muslim Uighur ditempatkan dengan dalih untuk melawan potensi ekstremisme di Negeri Tirai Bambu.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
1 hari lalu

Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 1.300 Orang, 5.000 Lebih Masih Hilang

4 hari lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

4 hari lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

4 hari lalu

Kisah 900 Siswa SMA Nepal Lolos dari Terjangan Banjir, Bus Terakhir Nyaris Dihantam Gelombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal