Myanmar Kian Memprihatinkan, Dewan Keamanan PBB Diminta Menindak Junta Militer

Ahmad Islamy Jamil
Aparat Myanmar menembakkan gas air mata saat membubarkan unjuk rasa di Yangon, akhir Februari lalu. (Foto: Reuters)

Sebelumnya, militer Myanmar mengklaim telah menahan diri dalam menghentikan unjuk rasa. Akan tetapi, mereka juga tidak akan membiarkan para demonstran “mengancam stabilitas” negara.

Pada Sabtu (6/3/2021) ini, di Kota Dawei, pengunjuk rasa kembali turun ke jalan. Mereka meneriakkan berbagai ungkapan yang menolak kediktatoran militer. “Demokrasi adalah tujuan kami! Revolusi harus menang!” ujar demonstran.

Massa penentang kudeta juga menggelar demonstrasi di kota terbesar Myanmar, Yangon.

Sudah berkali-kali ratusan ribu orang di negara itu turun ke jalan, bersumpah untuk melanjutkan aksi.

Sedikitnya satu orang tewas di tangan aparat keamanan dalam aksi protes pada Jumat (5/3/2021) kemarin. Seorang pejabat dari partai Suu Kyi, NLD, dan keponakan remajanya juga ditikam sampai mati oleh massa pendukung militer, menurut laporan media lokal.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 hari lalu

Sopir Angkot M44 Demo soal JakLingko 48A, Dishub DKI Kaji Rute Tumpang Tindih

20 hari lalu

Emak-Emak Demo Desak Gibran Tunjukkan Ijazah Asli SMA, Diwarnai Saling Dorong

20 hari lalu

Delegasi AS Walk Out saat Dubes Prancis Pidato di Sidang Dewan Keamanan PBB, Ada Apa?

22 hari lalu

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal