Nah, Amerika Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

Anton Suhartono
Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat di Iran menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran (Foto: Stasiun TV Pemerintah Iran via AP)

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric yakin banyak demonstran tewas selama demonstrasi, namun jumlahnya belum bisa diverifikasi. 

"Kami bisa tetap berhubungan dengan rekan-rekan kami melalui sarana elektronik. Kami tidak memiliki angka pasti yang bisa diverifikasi, tetapi jelas bagi kami bahwa sejumlah orang, sejumlah warga sipil, telah tewas," kata Dujarric.

Sebelumnya seorang sumber pejabat militer di pasukan keamanan Iran mengungkap, lebih dari 500 orang tewas selama unjuk rasa, termasuk 110 polisi dan anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Demonstrasi di Iran pecah sejak 28 Desember 2025 di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya inflasi dipicu melemahnya mata uang rial Iran. Para dempnstran mengeluhkan fluktuasi nilai tukar yang menyebabkan kenaikan harga grosir dan eceran, mendorong Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin untuk mengundurkan diri.

Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, demonstrasi semakin intensif di Iran. Pada hari yang sama, pemerintah memblokir akses internet. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran

Internasional
23 jam lalu

Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland

Internasional
12 jam lalu

Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku

Internasional
1 hari lalu

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal