WASHINGTON, iNews.id - Negara-negara sekutu Amerika Serikat di Teluk semakin tidak puas dengan pendekatan AS terhadap Iran. Mereka bahkan meragukan kemampuan Presiden AS Donald Trump dalam mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari lalu itu.
"Trump memulai perang ini, dan kita yang membayar harganya," kata seorang pejabat negara Teluk, kepada The Washington Post, dikutip Minggu (16/8/2026).
Dia menambahkan, kemarahan negara-negara Teluk kepada AS bahkan sudah berada pada titik tertinggi.
Enam negara Teluk, yakni Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi, ditambah Yordania dan Irak, menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran beserta kelompok-kelompok proksinya untuk merespons serangan militer AS.
Beberapa negara Teluk mulai mempertanyakan manfaat terus mempertahankan pangkalan-pangkalan militer AS di negara mereka. Seluruh negara yang menjadi sasaran serangan Iran menampung pangkalan militer AS.