NASA Siapkan Rp409 Triliun untuk Kirim Manusia ke Bulan pada 2024

Anton Suhartono
NASA menyiapkan Launch Vehicle Stage Adapter (LVSA) untuk misi Artemis 1 di stasiun luar angkasa Cape Canaveral, Florida (Foto: AFP)

Misi pertama dikembangkan Blue Origin yang dibentuk CEO Amazon Jeff Bezos bekerja sama dengan Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Draper.

Dua proyek lainnya sedang dikerjakan oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk serta Dynetics.

Penerbangan pertama, Artemis I, dijadwalkan berlangsung pada November 2021 namun tidak berawak. Roket raksasa terbaru SLS, yang saat ini dalam tahap uji coba, akan lepas landas untuk pertama kalinya membawa kapsul Orion.

Disusul dengan Artemis II pada 2023 yang akan membawa astronot mengelilingi Bulan, namun tidak akan mendarat.

Akhirnya, Artemis III akan melanjutkan misi Apollo 11 pada 1969. Artemis III akan berada di Bulan lebih lama 1 minggu dibandingkan Apollo 11. Para astronot akan menjalani dua hingga lima aktivitas luar angkasa.

"Keilmuwan yang akan kami lakukan benar-benar sangat berbeda dari apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya. Hal yang harus diingat selama era Apollo, kami mengira bulan itu kering sekali. Sekarang kami paham bahwa di Kutub Selatan Bulan ada banyak air es," kata Bridenstine.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Sains
2 bulan lalu

Keajaiban Alam, Fenomena Wolf Moon Bakal Hiasi Langit Indonesia 3 Januari 2026

Internasional
2 bulan lalu

Rusia, China, dan Amerika Berlomba Pergi ke Bulan, Apa yang Dicari?

Internasional
2 bulan lalu

Rusia Ingin Bangun Pembangkit Tenaga Nuklir di Bulan, untuk Apa?

Internasional
2 bulan lalu

Wow, Rusia Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal