Siraj Al Masri, warga Khan Younis, mengatakan organisasi kemanusiaan internasional merupakan satu-satunya harapan bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan akses kebutuhan dasar.
“Ke mana kami harus pergi? Kami tidak punya penghasilan, tidak punya uang,” ujar Al Masri kepada Al Jazeera.
Warga Gaza lainnya, Ramzi Abu Al Neel, memperingatkan dampak fatal dari keputusan Israel tersebut, terutama bagi anak-anak dan keluarga rentan.
“Jika dukungan dan kehadiran mereka dicabut, Allah tahu apa yang akan terjadi. Banyak anak akan meninggal, kehidupan akan hancur, dan banyak keluarga akan porak-poranda karena keputusan ini,” ujarnya.
Meski gencatan senjata telah disepakati, Israel disebut masih terus melakukan serangan serta memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan dan barang kebutuhan pokok ke Gaza.
Lebih dari 1 juta warga kini harus bertahan hidup di tengah cuaca musim dingin ekstrem dengan hanya tinggal di tenda-tenda darurat.