Belum diketahui negara mitra mana saja yang akan melepas cadangan serta seberapa cepat pasokan tersebut masuk ke pasar.
Total 100 juta barel tersebut terdiri dari kombinasi solar dan minyak mentah. Harga minyak Brent sempat turun di bawah 100 dolar AS per barel sebelum kembali naik ke sekitar 102 dolar AS pada Jumat malam.
Sebelum Amerika Serikat dan Israel menginvasi Iran, harga Brent berada di kisaran 73 dolar AS per barel.
Direktur Riset Komoditas Kpler, Matt Smith mengatakan, harga minyak kembali naik akibat meningkatnya serangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.
“Harga minyak sempat turun tajam setelah pengumuman pelepasan cadangan strategis di Eropa, tetapi kembali berbalik karena rumor Arab Saudi berencana melancarkan operasi di Yaman untuk memulihkan jalur aman melalui Bab al-Mandeb,” ujar Smith.
Negara-negara Eropa sebelumnya menolak tekanan AS untuk menghentikan ekspor solar Amerika. Situasi tersebut berlangsung di tengah perang yang dipimpin AS di Timur Tengah serta berkurangnya pasokan dari Rusia dan China.