Netanyahu Usul Warga Palestina Diusir ke Saudi, Kemlu: Mentalitas Penjajah!

Anton Suhartono
Benjamin Nentanyahu menyebut negara Palestina seharusnya didirikan di dalam wilayah Arab Saudi (Foto: AP)

"Mereka sejak awal tidak menganggap rakyat Palestina layak untuk hidup," demikian isi permyataan.

Disebutkan, para pendukung ide-ide ekstremis tersebut merupakan kelompok sayap kanan yang berusaha mencegah Israel bisa menerima perdamaian. Mereka adalah orang-orang yang menolak hidup berdampingan secara damai, menolak usulan perdamaian yang diadopsi oleh negara-negara Arab.

Kecaman serupa sebelumnya disampaikan Kemlu Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir. Mereka mengutuk pernyataan Netanyahu yang menyarankan agar warga Palestina diusir dari Tepi Barat dan Gaza ke Arab Saudi.

Pernyataan Netanyahu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

"Uni Emirat Arab menyampaikan kecaman keras atas pernyataan tercela dan provokatif Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai pembentukan negara Palestina di Kerajaan Arab Saudi," bunyi pernyataan Kemlu UEA.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Netanyahu: Dia Seharusnya Berterima Kasih!

57 tahun lalu

Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal