SEOUL, iNews.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyebut Korea Utara (Korut) terus memproduksi bahan baku senjata nuklir. Dari material tersebut, Korut sanggup memproduksi 10 sampai 20 senjata nuklir setiap tahun.
Oleh karena itu, Lee mendesak pendekatan pragmatis guna mencegah program nuklir ambisius Korut tersebut.
"Material nuklir yang mampu memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun terus diproduksi (di Korea Utara) dan teknologi rudal balistik antarbenua (ICBM) masih terus berkembang," ujarnya.
Dia lalu menyebut kembali solusi peta jalan tiga fase untuk melucuti program nuklir Korut sebagau pendekatan yang realistis.
"Akan bermanfaat jika tidak ada material nuklir tambahan yang diproduksi, jika material tersebut tidak ditransfer ke luar negeri, dan jika teknologi ICBM tidak lagi dikembangkan," kata Lee.
Negosiasi yang realistis dengan Korut harus diupayakan guna menghentikan program berbahaya tersebut.