Dia menambahkan, Raduga bisa saja mengalami komplikasi, seperti menyebabkan pendarahan dari vena kortikal atau pembuluh darah intraserebral.
"Dia bisa mengalami stroke permanen atau kematian,” ujar Green.
Ahli bedah saraf lainnya menyebut Raduga berisiko menderita epilepsi dalam jangka panjang.
Raduga membutuhkan waktu sekitar 30 menit menjalani operasi otak. Awalnya dia menyerah karena kehilangan banyak darah dan khawatir pingsan. Namun dia tetap melanjutkan hingga menyelesaikan operasi.
Setelah itu dia mandi dan bekerja selama sekitar 10 jam tanpa sadar apa yang dia lakukan.
Peneliti kontroversial itu tidak memberi tahu orang lain mengenai operasi mandiri tersebut. Pengetahuan seputar bedah saraf dia dapat dari mempelajari video di YouTube.