Obama: Dunia Internasional Dipenuhi Politik Ketakutan dan Kebencian

Nathania Riris Michico
Mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP)

Mandela menghabiskan 27 tahun di penjara dan menjadi pemimpin kulit hitam pertama Afrika Selatan setelah pemerintahan minoritas kulit putih berakhir. Dia meninggal pada Desember 2013 pada usia 95 tahun.

Obama memperingatkan, kemajuan yang dibuat Mandela kini terkikis, dengan partai-partai sayap kanan muncul di Barat dengan membanggakan proteksionisme, menutup perbatasan, serta menyembunyikan nasionalisme rasial.

Banyak negara, sebut Obama, berkembang dan berusaha meniru model kontrol otoriter China yang dikombinasikan dengan kapitalisme.

"Politik orang kuat tiba-tiba meningkat, di mana pemilu dan kepura-puraan demokrasi dipertahankan, namun mereka yang berkuasa tmelemahkan setiap institusi atau norma yang bermakna demokrasi. Kami sekarang berdiri di persimpangan jalan, momen di mana dua visi yang sangat berbeda dari masa depan umat manusia bersaing untuk hati dan pikiran warga di seluruh dunia. Kita harus melawan sinisme tersebut," ujar dia.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Iran Siapkan Daftar Target Serangan terhadap AS jika Gencatan Senjata Runtuh, Apa Saja?

Internasional
14 jam lalu

Trump Klaim Iran Tak Akan Bisa Bikin Senjata Nuklir dalam 20 Tahun

Internasional
14 jam lalu

Dikritik Pangeran Harry soal Perang Ukraina, Trump: Dia Tak Mewakili Inggris

Internasional
19 jam lalu

Wow, Iran Bisa Dapat Rp8,6 Triliun Setiap Hari jika Selat Hormuz Dibuka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal