Pada September lalu, OPEC+ menyelesaikan pembatalan bertahap pemangkasan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali disepakati pada 2023. Namun, gangguan akibat perang Iran membuat sejumlah produsen di kawasan Teluk belum mampu mencapai kuota produksi mereka.
Reuters sebelumnya melaporkan pada Juli bahwa OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah target produksi selama kuartal IV 2026. Kelompok tersebut diperkirakan lebih memusatkan perhatian pada pembahasan kuota produksi untuk 2027.
Saat ini, OPEC+ masih mempertahankan lapisan pemangkasan produksi lainnya sebesar sekitar 2 juta barel per hari yang mencakup sebagian besar anggotanya hingga akhir 2026.
Sebelum menetapkan kuota baru untuk 2027, kelompok tersebut perlu menyelesaikan peninjauan kapasitas produksi masing-masing anggota pada kuartal IV 2026.
Hasil peninjauan itu akan menjadi dasar penetapan acuan produksi atau baseline untuk 2027. Acuan tersebut nantinya menentukan kuota setiap negara sekaligus menjadi pertimbangan dalam rencana pengurangan pemangkasan produksi yang masih berlaku.