Operator Kereta Jepang Uji Coba Aplikasi Antipelecehan Seksual, Begini Cara Kerjanya

Anton Suhartono
Operator kereta Jepang JR East menguji coba aplikasi untuk menangkal pelecehan seksual di kereta (Foto: AFP)

Menurut Presiden dan CEO JR East, Yuji Fukasawa, aplikasi ini dibuat karena korban enggan menangkap basah dengan berteriak karena diintimidasi. Selain itu para korban merasa takut atau canggung jika menegur pelaku langsung.

Mereka juga tidak bisa membela diri atau melawan karena khawatir akan menciptakan keributan.

"Karena sulit bagi beberapa korban untuk berteriak atau beteriak keras, JR East berharap aplikasi baru ini akan memungkinkan mereka memberi tahu kondektur yang kemudian dapat segera bertindak," kata Yuji, dikutip dari Xinhua, Sabtu (8/2/2020).

JR East melaksanakan uji coba aplikasi tersebut di Saikyo Line, menghubungkan Tokyo dengan wilayah tetangga, Prefektur Saitama.

Saikyo Line merupakan salah satu jalur yang dikenal banyak chikan karena jarak antarstasiun yang relatif jauh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Canva Down Sore Ini, Pengguna Tak Bisa Upload Foto-Video!

57 tahun lalu

Masyarakat Didorong Pakai Kendaraan Umum, Kepercayaan Fondasi Utama Transportasi Publik 

57 tahun lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Aldi Taher Banjir Hujatan usai Sarankan Nadhif Basalamah Segera Menikah setelah Alami Pelecehan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal