Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan, penyelenggara KTT bukan untuk membeda-bedakan atau mengisolasi siapa pun.
"(Kami) Mengundang hampir semua negara muslim untuk berpartisipasi dalam KTT ini," ujar Mahathir.
KTT Kuala Lumpur berlangsung hingga 21 Desember membahas berbagai isu seputar dunia Islam. Selain Palestina, juga dibahas kondisi muslim Uighur di China dan Rohingya di Myanmar.