Pada kesempatan itu, Abbas juga mengatakan, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota, maka Israel telah membatalkan perjanjian Oslo pada 1990-an.
“Saya bilang Oslo, tidak ada (perjanjian) Oslo. Israel telah menghentikan (perjanjian) Oslo,” ujarnya.
Abbas melanjutkan, pertemuan di Ramalah ini harus menghasilkan keputusan untuk menentukan arah perjuangan Palestina ke depannya.
Pernyataan Abbas tersebut merupakan penegasan dari kecaman yang pernah disampaikan sebelumnya. Abbas mengatakan, AS bukan lagi mediator damai Timur Tengah karena telah berpihak kepada Israel. Untuk itu, Palestina akan mencari mediator negara lainnya. Peluang terbesar adalah negara Eropa.