Panas Tak Tertahankan, Qatar Sampai Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar

Nathania Riris Michico
Ilustrasi suhu udara panas.

Bahaya akutnya lebih disebabkan oleh kelembaban. Ketika kelembaban sangat tinggi, penguapan dari kulit melambat atau berhenti.

"Jika udara panas dan lembab, dan kelembaban relatif mendekati 100 persen, Anda bisa mati karena panas yang Anda hasilkan sendiri," kata Jos Lelieveld, dari Institut Kimia Max Planck di Jerman.

Temperatur udara di Qatar meningkat lebih dari 2 derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri. Ini karena sifat perubahan iklim yang tidak merata dan lonjakan konstruksi yang turut mempengaruhi iklim di ibu kota Doha, menurut para ilmuwan.

Sebuah televisi Jerman melaporkan adanya ratusan kematian di kalangan pekerja asing di Qatar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong penerapan aturan baru terhadap pekerjaan di luar ruangan.

Pemerintah Qatar menyatakan Piala Dunia akan diselenggarakan dengan jejak karbon netral, dan baru-baru ini meluncurkan rencana untuk menanam sejuta pohon. Ide ini dikecam oleh seorang pakar dan dianggap "tidak realistis."

Kekhawatiran jika penggemar sepak bola yang berkunjung ke negara itu pingsan atau bahkan mati akibat udara panas mendorong Qatar menunda penyelenggaraan Piala Dunia selama lima bulan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha

2 hari lalu

Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Sheikh Hamad

3 hari lalu

Diutus Prabowo, Menko Polkam Tiba di Qatar untuk Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad

5 hari lalu

Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal