Sementara di China dan India, penggunaan penyejuk udara menyumbang kurang dari 10 persen dari keseluruhan penggunaan listrik.
Konferensi Pendinginan dan Pemanasan Distrik Internasional memperkirakan total kapasitas pendinginan di Qatar, beserta emisi yang dihasilkannya, pada 2030 akan mencapai nyaris dua kali lipat daripada 2016.
"Jika pendingin udara dimatikan, keadaannya akan sangat tak tertahankan. Anda tidak dapat berfungsi secara efektif," ujar Yousef al-Horr, pendiri Organisasi Teluk untuk Penelitian dan Pengembangan, kepada The Washington Post.
Di daerah perkotaan yang berkembang pesat di seluruh Timur Tengah, beberapa kota diramalkan tidak bisa lagi dihuni, ujar Mohammed Ayoub, direktur peneliti senior di Institut Penelitian Lingkungan dan Energi Qatar.
"Kita berbicara tentang kenaikan suhu 4 hingga 6 derajat Celsius di daerah yang suhunya sudah tinggi," kata Ayoub.