Panas Tak Tertahankan, Qatar Sampai Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar

Nathania Riris Michico
Ilustrasi suhu udara panas.

Sementara di China dan India, penggunaan penyejuk udara menyumbang kurang dari 10 persen dari keseluruhan penggunaan listrik.

Konferensi Pendinginan dan Pemanasan Distrik Internasional memperkirakan total kapasitas pendinginan di Qatar, beserta emisi yang dihasilkannya, pada 2030 akan mencapai nyaris dua kali lipat daripada 2016.

"Jika pendingin udara dimatikan, keadaannya akan sangat tak tertahankan. Anda tidak dapat berfungsi secara efektif," ujar Yousef al-Horr, pendiri Organisasi Teluk untuk Penelitian dan Pengembangan, kepada The Washington Post.

Di daerah perkotaan yang berkembang pesat di seluruh Timur Tengah, beberapa kota diramalkan tidak bisa lagi dihuni, ujar Mohammed Ayoub, direktur peneliti senior di Institut Penelitian Lingkungan dan Energi Qatar.

"Kita berbicara tentang kenaikan suhu 4 hingga 6 derajat Celsius di daerah yang suhunya sudah tinggi," kata Ayoub.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha

2 hari lalu

Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Sheikh Hamad

3 hari lalu

Diutus Prabowo, Menko Polkam Tiba di Qatar untuk Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad

5 hari lalu

Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal