Dalam surat tersebut, hampir 600 mantan pejabat militer Israel mendesak Trump membantu mengakhiri krisis akibat meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.
"Kecuali dihentikan dengan cepat dan tegas, meningkatnya kekerasan di Tepi Barat siap menyulut konflik di kawasan dan memberikan dampak serius bagi keamanan Israel dan kepentingan regional AS," tulis kelompok CIS.
"Menurut penilaian profesional kami, tidak ada seorang pun selain Anda, Bapak Presiden, yang bisa mencegah malapetaka ini," lanjut isi surat tersebut.
CIS merupakan organisasi Zionis yang beranggotakan lebih dari 550 purnawirawan kolonel, jenderal, serta pejabat senior dari badan intelijen Mossad, Shin Bet, Kepolisian Israel, dinas luar negeri, dan lembaga keamanan lainnya. Kelompok tersebut menyatakan misinya adalah menjaga masa depan Israel sebagai negara demokrasi bagi bangsa Yahudi.
Dalam surat itu, CIS juga menuding ada anggota pemerintahan Israel yang sengaja membiarkan situasi memburuk. Mereka menilai sejumlah pejabat bahkan memberikan perlindungan kepada para pemukim Yahudi dan personel militer Israel agar terhindar dari proses hukum.
Surat tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi kekerasan pemukim ilegal Israel di berbagai wilayah Tepi Barat. Pada akhir pekan lalu, bentrokan bersenjata di Kota Tal menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina, mempertegas kekhawatiran bahwa eskalasi kekerasan di wilayah tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas.