Partai Koalisi Israel Akan Bubarkan Parlemen, Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk

Anton Suhartono
Koalisi pemerintahan Israel mengajukan pembubaran parlemen Knesset yang membuka jalan bagi digelarnya pemilu dini (Foto: AP)

Sebelumnya, Netanyahu memberi tahu kelompok Haredi di parlemen bahwa dirinya kesulitan mendapat dukungan untuk mengesahkan RUU pembebasan wajib militer bagi mahasiswa yeshiva. Tekanan datang dari kelompok kiri dan nasionalis Israel yang menuntut seluruh warga, termasuk Haredi, tetap mengikuti wajib militer tanpa pengecualian.

Merespons situasi itu, kelompok Haredi mengancam akan mendukung pembubaran parlemen dan mempercepat pemilu jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Tak lama berselang, partai oposisi Yesh Atid yang dipimpin Yair Lapid serta Partai Demokrat pimpinan Yair Golan ikut mengajukan RUU serupa untuk membubarkan Knesset.

Langkah itu memperbesar peluang voting pembubaran parlemen dilakukan pekan depan. Para pengamat menilai oposisi Israel kini mencoba menyelaraskan kekuatan dengan kelompok Haredi untuk menjatuhkan Netanyahu melalui pemilu dini.

Jika pemilu benar-benar digelar dalam waktu dekat, posisi Netanyahu sebagai perdana menteri diperkirakan akan menghadapi ujian politik paling berat dalam beberapa tahun terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?

3 hari lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

3 hari lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

3 hari lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal