Sebelum pemilu, Republik menguasai Senat dengan 53 kursi, berbanding 47 kursi milik Demokrat dan sekutunya. Di DPR, Republik memiliki 219 kursi, sedangkan Demokrat menguasai 215 kursi.
Demokrat Bisa Hambat Agenda Trump
Penguasaan DPR dan Senat memberikan kekuatan politik besar kepada Demokrat untuk mengawasi pemerintahan Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
Demokrat kini berpeluang memimpin berbagai komite penting Kongres. Mereka juga bisa meluncurkan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintahan Trump, memanggil pejabat untuk memberikan kesaksian, serta menghambat sejumlah agenda legislatif Gedung Putih.
Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, berpeluang menjadi Ketua DPR kulit hitam pertama dalam sejarah AS.
Di Senat, mayoritas Demokrat juga akan memberikan pengaruh besar terhadap pembahasan RUU dan persetujuan calon pejabat yang diajukan presiden.