Pascapembunuhan 3 Jemaat di Nice, Pemuda Muslim Prancis Inisiatif Jaga Keamanan Gereja

Arif Budiwinarto
Para pemuda Muslim Prancis berjaga di depan Gereja Katedral Saint-Fulcran di Lodeve, selatan Prancis. Mereka berinisiatif melakukannya pascapembunuhan 3 jemaat di gereja di Nice pekan lalu. (foto: AP)

Elyazid merupakan keturunan imigran dari Aljazair. Meskipun demikian, fakta tersebut tak menyurutkan semangatnya ikut berkontribusi bagi kedamaian Prancis, tanah kelahirannya.

"Saya tumbuh berbicara Prancis, tapi saya juga Muslim, dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini, dan terorisme," ungkapnya.

"Dalam beberapa tahun terahir, saya merasa kesal karena setiap kali kekerasan ekstrimis Islam melanda Prancis," lanjutnya.

Aksi teror di Prancis bukan wajah Islam sebenarnya

Dalam sebulan terakhir Prancis diguncang sejumlah aksi terorisme, mulai dari pembunuhan seorang guru setelah membicaraan kartun Nabi Muhammad, kemudian penikaman tiga jemaat di gereja Nice, serta penembakan pendeta dari jarak dekat di Lyon.

Dalam pandangan Elyazid, insiden-insiden tersebut sama sekali bukanlah wajah Islam yang sebenarnya melaikan gerakan teror yang mengatasnamakan Islam.

"Muslim Prancis menghadapi stigmatisasi baru, meskipun kami tidak ada hubungannya dengan itu," ucapnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
4 hari lalu

Demo Besar-besaran Pelajar di Prancis Ricuh, 1.900 Orang Ditangkap

12 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

12 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

13 hari lalu

Macron Sindir Trump soal Gaza di Sidang Umum PBB: Ada yang Bilang Perdamaian Telah Dicapai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal