Pasutri di China bercerai setelah 33 hari menikah (Foto: Eva.vn)
Anton Suhartono

BEIJING, iNews.id - Pernikahan sepasang suami istri (pasutri) di Kota Zhumadian, Provinsi Henan, China, hanya berumur 33 hari. Sang suami, Li Shioning, menceraikan istrinya, Qian Yulu, lantaran tak menemukan kesepahaman lagi. 

Masalahnya, Li sudah mengeluarkan uang dalam jumlah sangat besar untuk pernikahannya yakni total 510.000 yuan atau sekitar Rp1,1 miliar. 

Dikutip dari eva.vn, cerita bermula dari perjodohan kedua orang tua pasangan tersebut. Li dan Qian sama sekali belum mengenal sebelumnya. Mereka pun menuruti perintah orang tua untuk menikah meski hanya mengenal beberapa hari. Sampai sini tak ada masalah, bahkan keduanya mantap untuk menikah. Li menyiapkan segalanya termasuk materi. Dia sadar betul harus memberikan hadiah terbaik untuk meminang Qian, selain untuk menjaga martabat keluarga.

Jika dirinci, Li menghabiskan 88.000 yuan sebagai hadiah pertunangan untuk Qian dan keluarga, 99.000 yuan sebagai hadiah pernikahan, 42.000 yuan untuk membeli perhiasan emas dan perak, 22.000 yuan untuk membeli perabot kamar sang istri, dan 15.000 yuan untuk bunga.

Belum cukup, Li juga menyediakan 160.000 yuan untuk membelikan mobil untuk Qian. Dari jumlah itu, 160.000 yuan di antaranya Li harus pinjam ke teman dan kerabat.

Namun siapa sangka usia pernikahan Li dan Qian hanya bertahan sebulan lebih. Mereka terlibat pertengkaran bebarapa pekan setelah pernikahan. Pasangan muda itu bertengkar karena tak sepaham dalam segala urusan rumah tangga, dari perkara remeh sampai besar. Mereka bertengekar hebat, bahkan tak saling menyapa.

Li kemudian menceraikan Qian. Bersamaan dengan itu dia mendesak Qian dan keluarganya untuk mengembalikan uang dan materi yang sudah diberikan. Permintaan itu ditolak karena pasangan itu sudah hidup bersama lebih dari sebulan.

Setelah berbagai upaya dilakukan tak juga berhasil, Li mencoba membuat malu keluarga mantan istrinya dengan memarkir mobil tepat di depan pagar keluarga itu. Di mobil dia memasang spanduk yang intinya menuntut agar uang dan hadiah dikembalikan serta foto pernikahan.

Lagi-lagi usaha itu tak membuahkan hasil. Sebagai upaya terakhir, dia menggugat mantan istrinya ke pengadilan.

Upaya itu membuahkan hasil, meski Li tak bisa menuntut semua harta yang diberikan kepada mantan istrinya. Berdasarkan Pasal 5 KUHPerdata China, ada tiga syarat perempuan harus menyerahkan harta pasangannya, yakni proses pernikahan belum rampung, pasangan sudah menyelesaikan proses pernikahan namun belum tinggal bersama, dan keluarga pria dalam kondisi sulit dan tak dapat menanggung semua biaya pernikahan.

Li diuntungkan dengan poin ketiga sehingga Qian harus mengembalikan sebagian harta yang diterimanya.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT