Paus Fransiskus Datangi Kedutaan Rusia, Sampaikan Keprihatinan atas Perang di Ukraina

Maria Christina Malau
Paus Fransiskus. (Foto: Vatican News)

VATIKAN, iNews.id - Paus Fransiskus mendatangi Kedutaan Rusia di Via della Conciliazione di Roma, Jumat pagi (26/2/2022). Kedatangan pemimpin tertinggi Gereja Katolik di dunia itu untuk mengungkapkan keprihatinannya terhadap Rusia yang menyerang Ukraina kepada Duta Besar Alexander Avdeev.

Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni dikutip dari vaticannews menyebutkan, Paus Fransiskus berada di Kedutaan Rusia di Via della Conciliazione lebih dari setengah jam. Sehari sebelumnya, Kardinal Pietro Parolin memang telah meminta ruang yang lebih besar untuk negosiasi terkait perang Rusia dan Ukraina.

Perang Rusia dan Ukraina menjadi perhatian besar bagi Paus Fransiskus. Dia mengikuti perkembangan situasi di Ukraina yang telah diserang Rusia sejak 24 Februari malam dan telah mengakibatkan banyak korban terbunuh dan terluka. 

Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Paus juga telah mengungkapkan kesedihan besar di dalam hatinya atas situasi yang memburuk di negara itu pada Rabu kemarin.

"Kepada mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memeriksa hati nurani mereka dengan serius di hadapan Tuhan, yang adalah Tuhan perdamaian dan bukan Tuhan perang," kata Paus Fransiskus dalam audiensi pada Rabu sebelumnya.

Paus juga mengajak kepada semua orang bersatu dalam doa bersama dan berpuasa untuk perdamaian dunia pada 2 Maret mendatang yang sekaligus diperingati sebagai Rabu Abu. Diketahui, Rabu Abu merupakan hari pertama dari masa puasa selama 40 hari bagi umat Katolik.

“Yesus mengajari kita bahwa ketidakberdayaan yang kejam dari kekerasan dijawab dengan senjata Tuhan, dengan senjata doa dan puasa," kata Paus. 

"Saya mengundang semua orang untuk menjadikan 2 Maret, Rabu Abu, Hari Puasa untuk Perdamaian. Saya mendorong orang percaya untuk mendedikasikan diri mereka secara intens untuk berdoa dan berpuasa pada hari itu. Semoga Ratu Damai (Bunda Maria) menjaga dunia dari kegilaan perang.”

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur

Internasional
2 hari lalu

Lantang! Rusia Sebut Sedang Berperang Lawan Puluhan Negara Barat

Internasional
5 hari lalu

Putin Kutuk Percobaan Pembunuhan terhadap Trump

Internasional
5 hari lalu

Kapal Pesiar Supermewah Milik Miliarder Rusia Lintasi Selat Hormuz Tanpa Gangguan, Meledek AS?

Internasional
8 hari lalu

Para Ahli dari 5 Negara Kekuatan Nuklir Berkumpul di New York, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal