PBB Alami Krisis Keuangan Parah, Terancam Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan Setelah Oktober

Anton Suhartono
Markas Besar PBB di New York (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Organisasi perdamaian dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami krisis keuangan terparah dalam dekade ini.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan organisasinya mengalami defisit hingga 230 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun dan persediaan uang yang ada kemungkinan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir Oktober 2019.

PBB membutuhkan anggaran miliaran dolar AS per tahun. Selain untuk menggaji sekitar 37.000 karyawan, anggaran itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari program kemanusiaan hingga pelucutan senjata.

Kini, jangankan untuk membiayai program-program tersebut, konsentrasi organisasi terpecah yakni bagaimana membayar gaji karyawan selepas Oktober.

Lantas, apa yang menyebabkan PBB mengalami krisis keuangan parah? Ternyata, banyak negara anggota yang belum memenuhi kewajiban membayar iuran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Yusril Dorong Revisi UU Tipikor, Ingin Perluas Cakupan Korupsi Bukan Ringankan Koruptor

13 hari lalu

Prabowo Jamu Sekjen PBB Guterres di Hambalang, Ini yang Dibahas

14 hari lalu

Sekjen PBB Antonio Guterres Tiba di Indonesia, Bakal Bertemu Prabowo

27 hari lalu

Di Simulasi PBB Ini, Anak Muda Terbuka Bahas Konflik Antarnegara hingga Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal