PBB Alami Krisis Keuangan Parah, Terancam Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan Setelah Oktober

Anton Suhartono
Markas Besar PBB di New York (Foto: AFP)

PBB memang tidak secara terbuka menyebut negara-negara yang belum memenuhi kewajiban mereka, namun seorang sumber mengatakan kepada AFP, bahwa Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Meksiko, dan Iran, termasuk di antaranya. Krisis keuangan sangat dirasakan PBB karena AS merupakan penyumbang terbesar yakni 22 persen dari total anggaran PBB.

Secara keseluruhan, ada 64 negara yang belum membayar iuran. Negara lain yang termasuk dalam daftar adalah Venezuela, Korea Utara, Korea Selatan, Republik Demokratik Kongo, Israel, dan Arab Saudi.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (8/10/2019), mengatakan, negara terakhir yang membayar adalah Suriah yang justru dilanda perang.

Dalam surat yang dikirim kepada 37.000 karyawan pada Senin lalu, Guterres mengatakan PBB memiliki defisit anggaran 230 juta dolar AS hingga akhir September dan akan memberlakukan langkah efisiensi seperti menunda konferensi dan memangkas perjalanan dinas.

Lalu dalam pernyataannya pada Selasa, Guterres mengucapkan terima kasih kepada 129 negara anggota yang telah membayar dan mendesak mereka yang belum membayar untuk segera memenuhi kewajiban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Yusril Dorong Revisi UU Tipikor, Ingin Perluas Cakupan Korupsi Bukan Ringankan Koruptor

14 hari lalu

Prabowo Jamu Sekjen PBB Guterres di Hambalang, Ini yang Dibahas

14 hari lalu

Sekjen PBB Antonio Guterres Tiba di Indonesia, Bakal Bertemu Prabowo

27 hari lalu

Di Simulasi PBB Ini, Anak Muda Terbuka Bahas Konflik Antarnegara hingga Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal