PBB: Kebijakan Perang Narkoba di Filipina Bikin Pembunuhan 'Dilindungi Hukum'

Arif Budiwinarto
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mencanangkan perang terhadap narkoba dan obat-obatan terlarang sejak Juli 2016

"Meskipun ada dugaan yang dapat dipercaya tentang pembunuhan di luar hukum yang meluas dan sistematis dalam konteks kampanye melawan obat-obatan terlarang, di sana ada kondisi yang mendekati impunitas atas pelanggaran semacam itu" demikian isi laporan Kantor Hak Asasi PBB dikutip dari Reuters.

"Situasi hak asasi manusia di Filipina ditandai oleh fokus menyeluruh pada ketertiban umum dan keamanan nasional, termasuk melawan terorisme dan obat-obatan terlarang."

"Angka paling konservatif, berdasarkan data pemerintah, menunjukkan bahwa sejak Juli 2016 sebanyak 8.663 orang telah terbunuh, dengan perkiraan lain hingga tiga kali lipat dari jumlah itu," lanjut isi laporan.

Pemerintah Filipina merilis jumlah 223.780 pelaku narkoba ditangkap dalam rentang pertengahan Juli 2016 sampai 2019. Namun, perang terhadap pengedar narkoba serta aturannya yang dianggap kurang jelas menimbulkan kekhawatiran banyak kasus ini dapat menjadi penangkapan sewenang-wenang.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
7 hari lalu

MUI Puji Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB

7 hari lalu

Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: Indonesia Akan Terus Bersama Palestina

8 hari lalu

Menlu Sugiono Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Disertai Pemulihan dan Rekonstruksi

9 hari lalu

Menteri LH di PBB: Presiden Prabowo Lakukan Langkah Nyata Atasi Perubahan Iklim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal