PBB Peringatkan Konflik Sudan Semakin Parah meski Gencatan Senjata Diperpanjang

Anton Suhartono
PBB memperingatkan eskalasi konflik di Sudan akan kembali meningkat meski gencatan senjata diperpanjang.

KHARTOUM, iNews.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan eskalasi konflik di Sudan akan kembali meningkat meski gencatan senjata diperpanjang. Kedua pihak bertikai, pasukan pemerintah dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF), pada Minggu kemarin sepakat memperpanjang gencatan senjata untuk 72 jam berikutnya yang efektif dimulai Senin (1/5/2023).

Belum ada tanda-tanda kedua pihak bersedia duduk bersama untuk negosiasi damai. Dengan demikian kecil kemungkinan krisis ini bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

Pejabat PBB mengatakan ada kemungkinan kedua pihak bersedia melakukan negosiasi di Arab Saudi. Meski demikian, serangan udara dan artileri masih terdengar di Khartoum serta kota-kota tetangga. Asap membubung di beberapa lokasi 

"Kami menyaksikan mayat-mayat. Kawasan industri yang dijarah. Kami melihat orang-orang memanggul televisi dan karung besar yang dijarah dari pabrik," kata Mohamed Ezzeldin, warga Khartoum, yang mengungsi ke wilayah lain.

Pasokan listrik dan air tidak menentu, hanya sedikit persediaan makanan dan bahan bakar. Sebagian besar rumah sakit dan klinik tidak berfungsi serta biaya transportasi melonjak drastis, membuat warga semakin sulit untuk pergi.

Puluhan ribu warga Sudan mengungsi, meninggalkan rumah mereka. Sebagian lari ke Atbara di timur laut Khartoum. Mereka bersiap menuju perbatasan dengan Mesir atau Chad.

Mesir menyatakan 40.000 warga Sudan telah melintasi perbatasan, sementara yang lain mengungsi ke Chad, Sudan Selatan, Ethiopia, atau melakukan perjalanan melintasi Laut Merah menggunakan kapal evakuasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

Di Forum PBB, Menhut Beberkan Strategi Indonesia Jaga Hutan dan Iklim

Nasional
8 jam lalu

Menlu Sugiono soal 4 Prajurit TNI dari UNIFIL Gugur di Lebanon: PBB Masih Investigasi

Internasional
12 hari lalu

PBB: Iran Eksekusi Mati 21 Orang, Sebagian Dituduh Mata-Mata

Nasional
17 hari lalu

Retno Marsudi Bertemu Presiden Tokayev, Perkuat Kerja Sama RI-Kazakhstan terkait Air dan Iklim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal