"Sangat jarang, seorang hakim menghukum satu orang pelaku pelecehan seksual untuk skala (korban) seperti ini," Peter Rook, hakim yang memimpin persidangan pada 2016, dikutip dari BBC, saat itu.
Hakim juga mengungkap buku setebal 60 halaman yang ditulis Huckle berjudul 'Pedophiles and Poverty: Child Lover Guide' sebagai dokumen berisi kejahatan.
Sebelum ditangkap di Bandara Gatwick, London, pada 2014, Huckle menulis keinginan seksualnya di sebuah blog. Dia berharap bisa menikahi seorang anak perempuan yang dikenalnya sejak usia 7 tahun. Menurut laporan media lokal, anak perempuan itu merupakan salah satu korbannya.
Setelah penangkapan Huckle, pihak berwenang menemukan lebih dari 20.000 foto dan video anak-anak dalam pose tidak senonoh, beberapa di antaranya direkam saat Huckle mencabuli mereka.
Mereka juga menemukan 'Pedopoints Ledger', sebuah game di mana dia mencabuli beberapa anak-anak dan mendapatkan poin dari tindakannya itu.