Pejabat Korup Uzbekistan Izinkan Obat Sirup India Beredar, 65 Anak Tewas Gagal Ginjal Akut

Muhammad Fida Ul Haq
Pejabat Uzbekistan terbukti menerima suap sehingga obat sirup India beredar tanpa prosedur yang benar. (Foto: Reuters)

TASKHENT, iNews.id - Fakta baru terungkap dalam kasus kematian 65 anak akibat gagal ginjal akut usai minum obat sirup India. PejabatUzbekistan terbukti menerima suap sehingga obat itu beredar tanpa prosedur yang benar.

Quramax Medical, perusahaan farmasi India membayar Rp500 juta kepada pejabat untuk menghindari pengujian obat. Sebanyak 21 orang sudah diadili, 20 di antaranya merupakan warga negara India.

CEO Quramax, Singh Raghvendra Pratar membantah tuduhan tersebut tetapi mengakui telah memberikan uang kepada pejabat melalui perantara sebagai tanda penghargaan. 

Ia mengatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana dan oleh siapa uang tersebut digunakan nantinya.

Jaksa penuntut umum juga mengatakan Quramax telah mengimpor obat-obatan Marion Biotech dengan harga yang dimanipulasi melalui dua perusahaan perantara berbasis di Singapura untuk menghindari pajak.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
10 jam lalu

KPK Kembali Panggil Nusron Wahid terkait Kasus Korupsi ATR/BPN Hari Ini

19 jam lalu

Perahu Hendak Menuju Festival Hindu Terbalik di Sungai Gangga, 13 Anak Tewas

1 hari lalu

KPK Bongkar Modus Korupsi di Desa: Laporan Fiktif hingga Mark Up Harga

5 hari lalu

Starlink Sulit Masuk India, Elon Musk Sindir Bos Reliance Mukesh Ambani

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal