Pembakaran Siswi Bangladesh yang Diduga Diperkosa Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Para perempuan Bangladesh memegang plakat dan foto-foto Nusrat Jahan Rafi dalam aksi protes di Dhaka, menyusul serangan seksualnya setelah dia melakukan serangan seksual. (FOTO: AFP)

Bagi perempuan Bangladesh, tidak mudah untuk mengajukan laporan yang sensitif kepada polisi. Para korban takut akan pelecehan dan intimidasi lebih lanjut. Polisi sering menunjukkan keengganan untuk menyelidiki kasus-kasus seperti ini dan dituduh dipengaruhi oleh politik lokal atau suap.

Namun seruan untuk menangani kekerasan terhadap perempuan, khususnya yang terkait dengan pelecehan dan penyerangan seksual, semakin keras.

"Pembunuhan mengerikan seorang wanita pemberani yang mencari keadilan menunjukkan betapa buruknya pemerintah Bangladesh telah gagal melindungi korban kekerasan seksual," kata Meenakshi Ganguly, direktur Human Rights Watch Asia Selatan.

"Kematian Nusrat Jahan Rafi menyoroti perlunya pemerintah Bangladesh untuk menganggap serius para penyintas kekerasan seksual dan memastikan bahwa mereka dapat dengan aman mencari upaya hukum dan dilindungi dari pembalasan," imbuhnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
17 hari lalu

Aldi Taher Banjir Hujatan usai Sarankan Nadhif Basalamah Segera Menikah setelah Alami Pelecehan

17 hari lalu

Nadhif Basalamah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Medsos, Aldi Taher: Nikah Buruan!

18 hari lalu

Nadhif Basalamah Pamit dari Dunia Musik usai Diterpa Pelecehan Seksual? Ini Faktanya!

18 hari lalu

Geger! Nadhif Basalamah Jadi Korban Pelecehan Seksual, Terduga Pelaku Sesama Pria

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal