Pembekuan Aset Rusia oleh Barat Disebut Perampokan Terbesar dalam Sejarah

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Rusia sedang berkibar di sebuah kawasan yang dikelilingi pagar berduri (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Pada mulanya, sistem tersebut juga dapat mengonversi cadangan devisa menjadi emas, sehingga dolar AS pun dianggap bernilai “sebagus emas” untuk perdagangan dunia. 

Pada dekade 1970-an, negara-negara Eropa menarik cadangan devisa yang mereka miliki secara besar-besaran. Hal itu mereka lakukan lantaran terkikisnya kepercayaan terhadap dolar—yang diproduksi Bank Sentral AS (The Fed) melebihi kapasitas emas. Negara-negara seperti Prancis dan Spanyol menjadi yang pertama menukarkan dolar yang mereka miliki dengan emas.

Menanggapi itu, Amerika Serikat secara sepihak membatalkan Sistem Bretton Woods melalui Dekret Presiden Nixon pada 15 Agustus 1976. Isi dekret itu antara lain, dolar AS tidak lagi dijamin dengan emas. 

Anehnya, dolar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia sampai hari ini. Sejak keluarnya dekret Nixon itu, berlakulah sistem ekonomi baru yang disebut dengan floating exchange rate (nilai tukar mengambang).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
47 menit lalu

Trump Kritik Penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2026: Orang Tidak Terkenal!

2 hari lalu

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Digelar, Aktivitas Ekonomi Lokal Kian Melesat

2 hari lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

2 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal