Pemberontak Antikudeta Myanmar Rebut Kantor Polisi, Bunuh 13 Aparat

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Myanmar sedang berpatroli untuk mengendalikan aksi protes sipil di negara itu, Maret lalu. (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id – Para petempur yang menentang junta militer di Myanmar merebut satu kantor polisi di Kota Mobye yang terletak di bagian timur negara itu, Minggu (23/5/2021). Mereka pun mengklaim telah menewaskan sedikitnya 13 aparat keamanan Myanmar dan menangkap empat orang lainnya.

Video dari Mobye yang dibagikan di media sosial menunjukkan, sejumlah mayat berseragam aparat keamanan Myanmar. Sementara, gambar lain menunjukkan empat pria yang disebut-sebut sebagai polisi Myanmar dengan tangan di belakang punggung dan mata ditutup dengan masker bedah.

Sebuah kendaraan polisi juga terlihat terbakar, ketika puluhan anggota kelompok pemberontak berkeliaran di tempat kejadian. Namun, kantor berita Reuters tidak dapat menghubungi juru bicara junta militer atau mengonfirmasi secara independen video tersebut.

Saluran berita Irrawaddy mengutip seorang petempur dari Pasukan Pertahanan Rakyat melaporkan, kantor polisi di Mobye telah dibakar dan dua warga sipil terluka dalam pertempuran itu. Laporan dari media lain menyebutkan, ada 15 anggota aparat keamanan yang tewas.

Mobye berada sekitar 100 km di timur Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw. Kota itu terletak di dekat wilayah yang dikuasai beberapa kelompok etnik bersenjata yang telah berjuang untuk memperoleh otonomi yang lebih besar selama beberapa dekade belakangan.

Pagi tadi, pertempuran bersenjata juga meletus di daerah Muse, yang berdekatan dengan perbatasan China. Sementara pada Sabtu (22/5/2021) kemarin, kelompok etnik bersenjata yang menentang kudeta juga melancarkan serangan ke kota pertambangan batu giok di wilayah perbatasan Myanmar yang berdekatan dengan India.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Kajian BEM Fakultas Psikologi terkait LGBT, UI: Bukan Sikap Resmi Kampus

57 tahun lalu

Bukan Cuma Pakai Kata Sandi, Begini Cara Pelaku Judi Online Menjebak Korban

57 tahun lalu

Komdigi Ungkap Komentar Spam Judol Meningkat 128 Persen di Medsos, Pakai Sistem Otomatis

57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Menkomdigi Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Minta Masyarakat Bijak Main Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal