Pembicaraan Damai Ukraina dan Rusia Terancam Berhenti, 2 Pihak Saling Tuduh

Anton Suhartono
Pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia terancam berhenti (Foto: Reuters)

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Ukraina tak jujur dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dia menegaskan Ukraina akan mendapat jaminan keamanan dari negara-negara Dewan Keamanan PBB jika jujur dalam negosiasi.

Lebih lanjut Lavrov menuding ada permainan antara Ukraina dengan negara sekutu untuk mengulur-ulur waktu pembicaraan damai.

"Kami terjebak karena ketidakkonsistenan mereka, karena keinginan mereka untuk bermain game setiap saat, dan, sejauh yang saya duga, karena instruksi yang mereka dapat dari Washington, London, dan ibu kota lainnya, untuk tidak mempercepat proses negosiasi," kata Lavrov.

Amerika Serikat dan Inggris menyampaikan dukungan kepada Ukraina untuk pembicaraan damai, tapi di sisi lain terus mengirim persenjataan. 

Presiden AS Joe Biden pada Kamis lalu meminta Kongres untuk menyetujui bantuan baru senilai 33 miliar dolar, sebanyak 20 miliar dolar di antaranya dalam bentuk persenjataan. Permintaan Biden itu didukung bipartisan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi berharap bisa meloloskan paket bantuan itu sesegera mungkin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
40 menit lalu

Lupakan Perang Ukraina, AS Undang Putin ke KTT G20 di Miami

Internasional
5 jam lalu

Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun

Internasional
6 jam lalu

AS Ingin Italia Gantikan Iran di Piala Dunia, untuk Perbaiki Hubungan Trump-PM Meloni?

Internasional
6 jam lalu

Iran Sita 2 Kapal Tanker yang Nekat Lintasi Selat Hormuz, Salah Satunya Terkait Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal