Pembicaraan Damai Ukraina dan Rusia Terancam Berhenti, 2 Pihak Saling Tuduh

Anton Suhartono
Pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia terancam berhenti (Foto: Reuters)

Gambar-gambar yang beredar menunjukkan mayat bergeletakan di jalan dalam kondisi tangan diikat dan luka tembak di kepala. Selain itu ditemukan beberapa kuburan massal di mana jenazah dimakamkan secara tak layak.

Rusia membantah telah membantai warga kota tersebut. 

Sejak tragedi Bucha, kedua pihak melanjutkan pembicaraan melalui konfrensi video.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Ukraina tak jujur dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dia menegaskan Ukraina akan mendapat jaminan keamanan dari negara-negara Dewan Keamanan PBB jika jujur dalam negosiasi.

Lebih lanjut Lavrov menuding ada permainan antara Ukraina dengan negara sekutu untuk mengulur-ulur waktu pembicaraan damai.

"Kami terjebak karena ketidakkonsistenan mereka, karena keinginan mereka untuk bermain game setiap saat, dan, sejauh yang saya duga, karena instruksi yang mereka dapat dari Washington, London, dan ibu kota lainnya, untuk tidak mempercepat proses negosiasi," kata Lavrov.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Putin Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo, Doakan Sehat dan Sukses

19 jam lalu

Trump Pertimbangkan Serang Fasilitas Nuklir Iran, Gunakan "Ibu dari Segala Bom"?

20 jam lalu

Trump Tegaskan Tak Perlu Senjata Nuklir Hantam Iran

2 hari lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal