Pembunuhan Khashoggi, Pangeran Saudi: CIA Tak Bisa Dipercaya

Nathania Riris Michico
Pangeran Turki Al Faisal. (Foto: AP Photo/Kamran Jebreili)

"Itu yang paling mencolok dari penilaian yang tidak akurat dan salah, yang menyebabkan perang skala penuh dengan ribuan orang terbunuh," katanya, ketika berbicara pada acara yang diselenggarakan oleh Beirut Institute.

"Saya tidak mengerti mengapa CIA tidak diadili di Amerika Serikat," ujarnya.

Kesimpulan CIA yang dibocorkan sejumlah media AS, termasuk Reuters, menyatakan MBS secara pribadi memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi, jurnalis pengkritik rezim kerajaan.

Jurnalis itu dibunuh tim algojo Riyadh yang berjumlah sekitar 15 orang di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Korban mendatangi konsulat untuk mendapatkan dokumen perceraian yang dia butuhkan sebagai syarat untuk menikah lagi dengan tunangannya asal Turki.

"Ini adalah jawaban saya untuk penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul," imbuh Pangeran Turki Al Faisal.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya membantah bahwa CIA sudah membuat kesimpulan tentang pembunuhan Khashoggi.

Pada Kamis (26/11/2018), surat kabar Turki melaporkan, Direktur CIA Gina Haspel memberi isyarat kepada pejabat Turki bahwa badan intelijen yang dia pimpin memiliki rekaman telepon hasil penyadapan yang menyatakan MBS memberi instruksi untuk "membungkam" jurnalis itu.

Pemerintah Saudi berjanji hasil penyelidikan kasus pembunuhan itu berlangsung adil. Dari belasan tersangka yang ditangkap, lima di antaranya akan dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum kerajaan itu yang bisa berujung pada eksekusi pancung.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Nasional
2 hari lalu

Silaturahmi Lebaran, Presiden Prabowo Telepon Erdogan hingga MBS

Internasional
2 hari lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Internasional
2 hari lalu

Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal