Pemerintah Belarusia Hukum Berat Para Tokoh Oposisi, Ada yang 19 Tahun Penjara

Umaya Khusniah
Sviatlana Tsikhanouskaya.(Foto: Reuters)

Kelimanya meninggalkan Belarusia setelah protes massal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2020, setelah Presiden otoriter Alexander Lukashenko mengamankan masa jabatan keenamnya dalam pemilihan yang disengketakan. Oposisi dan Barat mengecam pemungutan suara itu sebagai kecurangan.

Demonstrasi itu menjadi yang terbesar dan paling berkelanjutan sejak Lukashenko menjabat pada tahun 1994. Dia telah menjalankan negara dengan tangan besi sejak saat itu. 

Pemerintahannya melakukan tindakan brutal terhadap para pengunjuk rasa, menahan lebih dari 35.000 orang dan memukuli ribuan orang.

Advokat hak asasi manusia paling terkemuka di negara itu dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2022, Ales Bialiatski, termasuk di antara mereka yang ditangkap. Dia menghadapi 12 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
11 hari lalu

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

22 hari lalu

Nadiem Makarim Ajukan Memori Banding Pekan Ini terkait Vonis 10 Tahun Penjara

26 hari lalu

Bersejarah, Presiden Belarusia Jadi Kepala Negara Pertama Menginap di Istana Negara

28 hari lalu

Hakim Ungkap Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook Rp1,5 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal