Dia menilai pernyataan Araghchi mengenai mediasi dapat memprovokasi rakyat Yaman, terutama keluarga korban yang tewas dalam serangan menggunakan senjata yang disebutnya berasal dari Iran.
Yaman Tolak Houthi Dianggap Mewakili Negara
Pemerintah Yaman juga menolak penyebutan Houthi sebagai “angkatan bersenjata Yaman”. Menurut Al Zouba, kelompok tersebut tidak mewakili seluruh rakyat Yaman dan tidak memiliki legitimasi untuk mengambil keputusan atas nama negara.
Sikap itu muncul ketika Houthi masih menolak sejumlah upaya perdamaian regional dan internasional, termasuk peta jalan yang diajukan Arab Saudi untuk menghidupkan kembali proses politik di Yaman.
Al Zouba menuduh Houthi memanfaatkan peluang deeskalasi untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan persenjataan. Dia mengaitkan situasi tersebut dengan dugaan upaya Iran menjadikan konflik Yaman sebagai instrumen untuk memperkuat posisi tawarnya di kawasan.
“Semua ini tidak bisa dipisahkan dari upaya rezim Iran untuk menggunakan Yaman sebagai alat tawar-menawar,” katanya.
Desakan agar Iran menghentikan dukungan kepada Houthi kini menjadi salah satu pokok perselisihan antara Teheran dan pemerintah Yaman. Bagi Al Zouba, penghentian dukungan tersebut, penghormatan terhadap kedaulatan Yaman, dan kepatuhan pada hukum internasional lebih penting daripada tawaran mediasi yang diajukan Iran.