Menurut dia, milisi tersebut memanfaatkan peluang deeskalasi untuk mengumpulkan kembali kekuatan serta persenjataan.
“Semua ini tidak bisa dipisahkan dari upaya rezim Iran untuk menggunakan Yaman sebagai alat tawar-menawar,” katanya.
Al Zouba juga menolak penyebutan oleh Iran bahwa Houthi merupakan “angkatan bersenjata Yaman”. Milisi tersebut sama sekali tidak mewakili Yaman atau memiliki legitimasi untuk mengambil keputusan atas nama rakyatnya.