Pemilu Thailand, Partai-Partai Pro-Militer Keok

Anton Suhartono
Partai Maju yang dipimpin Pita Limjaroenrat memenangkan pemilu dan siap menjadi perdana menteri (Foto: Reuters)

"Ini akan menjadi harga yang cukup mahal untuk dibayar jika seseorang berpikir untuk menolak hasil pemilu atau membentuk pemerintahan minoritas," katanya, dikutip dari Reuters, Senin (15/5/2023).

Hasil pemilu kemarin, Partai Maju dan Pheu Thai mengalahkan partai-partai yang memiliki hubungan dengan militer. Meski demikian, mereka membutuhkan suara lagi untuk bisa membentuk pemerintahan.

Partai-partai oposisi menghadapi kendala yakni aturan baru pemilu yang dibuat militer pasca-kudeta tahun 2014. Aturan terbaru itu lebih menguntungkan partai-partai pro-militer.

Untuk bisa membentuk pemerintahan, mereka harus bernegosiasi dengan banyak kubu, termasuk partai saingan serta anggota Senat yang ditunjuk junta militer. Mereka harus berasal dari kalangan partai konservatif yang dipimpin para jenderal.

Senat turut berkontribusi dalam pemungutan suara gabungan memperebutkan 750 kursi parlemen bikameral untuk menentukan siapa yang berhak menjadi perdana menteri. Untuk bisa mencapai itu kelompok koalisi harus memiliki lebih dari setengah kursi di dua majelis atau setidaknya memiliki 376 suara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

MK Putuskan Prajurit TNI Bisa Diadili di Peradilan Umum, DPR: Perkuat Revisi UU Peradilan Militer

25 hari lalu

Tragis! 14 Tentara Kazakhstan Tewas saat Latihan Perang, Tersapu Gelombang Laut

30 hari lalu

Rusia Siap Tingkatkan Serangan ke Ukraina usai Moskow Dihantam Ribuan Drone

1 bulan lalu

Ketum Parpol Koalisi Bertemu Bahas RUU Pemilu, Gerindra Setuju Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal