Pemimpin Chechnya Yakin Segera Kuasai Mariupol Hari Ini: Sebelum atau Setelah Makan Siang

Umaya Khusniah
Pabrik Azovstal, perusahaan baja terbesar eropa di Kota Mariupol, Ukraina, hancur dibom Rusia. (Foto: tangkapan layar Twitter)

Seorang komandan angkatan laut Ukraina, Serhiy Volny pada Rabu mengatakan, para pejuang di pabrik baja mungkin tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sekitar 1.000 warga sipil juga berlindung di sana.

"Ukraina siap untuk "putaran negosiasi khusus" tanpa syarat untuk menyelamatkan orang-orang kami, Azov (batalyon), militer, warga sipil, anak-anak, yang hidup dan yang terluka," cuit negosiator, Mykhailo Podolyak.

Pejuang tetap bersembunyi di pabrik dan mengabaikan ultimatum Rusia untuk menyerah. David Arakhamia, negosiator kedua mengatakan dalam sebuah posting online, dia dan Podolyak terus-menerus berhubungan dengan pasukan Ukraina di kota itu.

"Hari ini, dalam percakapan dengan para pembela kota, sebuah proposal diajukan untuk mengadakan negosiasi langsung, di lokasi, tentang evakuasi garnisun militer kami. Kami siap untuk negosiasi semacam itu kapan saja segera setelah kami menerima konfirmasi dari pihak Rusia," katanya. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
13 jam lalu

Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas 50 Hilang

1 hari lalu

Kasus WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korbannya Warga Sipil hingga Eks TNI-Polri

2 hari lalu

Imigrasi Denpasar Tangkap 3 WNA Terlibat Prostitusi, Tarif hingga Rp13,7 Juta

3 hari lalu

AS Ngotot Undang Putin ke KTT G20 meski Ditolak Negara-Negara Eropa, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal