“Israel tidak pernah menepati janji sepanjang sejarah,” tuturnya, sebagai alasan kenapa Hamas menuntut adanya jaminan dari komunitas internasional.
Karena itulah, kata Al Hayya, Hamas meminta jaminan nyata tidak hanya dari pihak yang memfasilitasi perundingan tetapi juga dari aktor internasional utama termasuk Amerika Serikat.
“Kami tidak memercayainya sedetik pun,” tambahnya, menekankan perlunya mekanisme pengawasan dan jaminan yang lebih kuat agar kesepakatan bisa bertahan.
Di sisi lain, Al Hayya menegaskan tujuan strategis perundingan yang sedang berlangsung di Mesir adalah mengakhiri perang, menarik pasukan Israel dari Gaza, serta membuka jalan bagi hak-hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Perang harus diakhiri agar rakyat Palestina bia menikmati stabilitas dan kebebasan sebagaimana bangsa-bangsa lain di kawasan.
Hamas dan Israel menggelar negosiasi tidak langsung di Sharm El Sheikh, Mesir, sejak Senin (6/10/2025) dengan tujuan dekat mencapai gencatan senjata serta pertukaran tahanan.