Dalam kesempatan yang sama, Khamenei juga memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Dia menegaskan, tindakan tersebut berpotensi memicu perang besar di kawasan Timur Tengah dan mengancam pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah tersebut, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar.
“Mereka harus sadar, jika memulai perang, itu akan menjadi perang regional,” ujar pria berusia 86 tahun itu.
Sebagai informasi, demonstrasi di Iran bermula pada 28 Desember 2025 setelah para pedagang Pasar Besar Teheran melakukan mogok kerja akibat memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial. Aksi tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai kota dan berubah menjadi kerusuhan, terutama setelah pemerintah memutus layanan internet dan telekomunikasi.