Pemimpin Junta Myanmar Surati PM Thailand, Minta Dukungan atas Penggulingan Suu Kyi

Djairan
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing. (Foto: Reuters/MRTV)

Sejak kudeta 1 Februari, pemerintahan militer Myanmar yang baru dihadapkan dengan unjuk rasa terbesar dalam lebih dari satu dekade. Rakyat Myanmar berbondong-bondong menuntut agar Suu Kyi dibebaskan, dan menentang kudeta militer.

Sama halnya dengan Thailand, unjuk rasa terbesar dalam beberapa dekade juga terjadi saat lawan-lawan politik Prayuth menuntut agar dia mundur. Prayuth dituding merekayasa pemilu terakhir untuk melanjutkan dominasi politik Thailand oleh kalangan militer dan monarki. Namun, dia menyangkal semua tuduhan itu.

Tentara Thailand dan Myanmar memiliki hubungan kerja sama yang erat dalam beberapa dekade terakhir, meski ada sejarah permusuhan yang tercatat antara kedua negara Asia Tenggara itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
11 hari lalu

Thailand Krisis Energi, Warga Diimbau Tak Gunakan Baju Tangan Panjang hingga Batasi Penggunaan AC

Internasional
11 hari lalu

Dampak Perang Timur Tengah, Thailand Berlakukan WFH hingga Batasi Jam Operasional SPBU

Destinasi
20 hari lalu

Menjelajahi Bangkok hingga Pattaya: Perjalanan Lengkap dengan Pengalaman Beragam

Kuliner
25 hari lalu

Tak Ada Lagi Minuman Manis di Thailand, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal