TEL AVIV, iNews.id - Pemimpin oposisi Israel, Yair Golan, bertekad menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Dia menilai pemerintahan Netanyahu telah merusak reputasi Israel di mata internasional hingga memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan sanksi ekonomi.
Golan, yang memimpin Partai Demokrat, menyoroti anggapan mengenai “terorisme Yahudi” yang menurutnya telah mencoreng citra Israel di kancah internasional. Dia menilai pemerintah perlu mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut guna mencegah Israel menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar.
Selain memperbaiki reputasi Israel dan memperkuat aliansi strategis, Golan menyerukan pembentukan pemerintahan baru tanpa Netanyahu. Dia juga menolak keterlibatan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pemimpin Partai Shas, Aryeh Deri, dalam pemerintahan mendatang.
Seruan Golan muncul di tengah peringatan Netanyahu bahwa Israel harus bersiap menghadapi kemungkinan berakhirnya bantuan militer Amerika Serikat (AS) serta pemberlakuan sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10, Netanyahu mengatakan bantuan militer AS senilai puluhan miliar dolar AS kemungkinan tidak akan lagi diterima Israel.