Pemimpin Oposisi Israel Tak Sudi Gabung dengan Netanyahu sekalipun Dibujuk Trump

Gadi Eisenkot menutup pintu untuk peluang bergabung dengan pemerintahan bersama yang dipimpin Benjamin Netanyahu (Foto: AP)

Netanyahu juga menolak koalisi yang bergantung pada dua partai utama Arab, yaitu Ra’am dan Joint List.

Blok Netanyahu memenangkan 53 kursi dalam pemilihan parlemen pekan lalu, dibandingkan 48 kursi untuk partai-partai oposisi yang, dan 19 kursi untuk partai-partai Arab. Hasil ini membuat tidak ada satu pun kubu yang meraih mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang.

Partai Together pimpinan Naftali Bennett, kelompok Demokrat pimpinan Yair Golan, dan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman memutuskan untuk merekomendasikan Eisenkot guna membentuk pemerintahan berikutnya. Dukungan yang diharapkan dari dua daftar partai Arab dapat meningkatkan jumlah pendukungnya menjadi 67 anggota parlemen.

Namun, penolakan Lieberman untuk bergabung dengan pemerintahan yang menyertakan partai-partai Arab atau bergantung pada dukungan mereka tetap menjadi hambatan dalam pembentukan koalisi.

Para pemimpin oposisi dijadwalkan bertemu pada Selasa (3/11/2026) guna menyelaraskan sikap sebelum Presiden Isaac Herzog memulai konsultasi selama 2 hari dengan faksi-faksi parlemen pada hari Rabu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 tahun lalu

Mantan Presiden Jimmy Carter Siap ke Korut atas Nama Pemerintahan Donald Trump

9 tahun lalu

Awali Tur Asia, Presiden Donald Trump Akan Main Golf dengan PM Shinzo Abe

9 tahun lalu

Batal Hadiri Pertemuan Asia Timur, Donald Trump Percepat Tur Asia

9 tahun lalu

Teror New York, Donald Trump Sebut Pelaku Orang Sakit & Gila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal