Peneliti Temukan Perpustakaan Digital Terbesar Milik ISIS Berisi Puluhan Ribu Dokumen Aksi Terorisme

Arif Budiwinarto
Salah satu foto dalam konten terorisme yang terdapat di fasilitas perpustakaan digital ISIS. (foto: ISD)

Dalam menyebarkan konten bermuatan teroris atau propaganda, ISIS menggunakan kemampuan perpus digital terhubung ke media sosial para publik figur melalui akun bot. Contohnya, ISIS disebut pernah membajak akun milik penyanyi pop Justin Beiber menggunakannya untuk mempromosikan konten mereka.

Dalam kasus lain, ISIS berhasil menipu akun tim rugby Inggris untuk mem-follow salah satu akun medsos ISIS yang menyamar sebagai pendukung.

"Mereka memahami kekuatan yang tersimpan dalam Cache Kekhalifahan," lanjutnya.

Tidak semua konten dalam perpus digital ISIS berisi kekerasan. Pengunjung juga bisa menemukan filosofi ISIS, teks agama, dan propaganda seperti apa gaya hidup ISIS.

Sebagian besar dari pengunjung perpus digital ISIS adalah pria berusia 18 tahun hinga 24 tahun di wilayah Arab, dengan 40 persen lalu lintas berasal dari media sosial dan sebagian besar lainnya melalui YouTube.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
23 hari lalu

Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka

Internasional
24 hari lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Tembak Mati Hampir 200 Orang di Nigeria, Sebagian Besar Korban Muslim

Internasional
2 bulan lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Nasional
2 bulan lalu

BNPT Ungkap Proses Radikalisasi Lewat Medsos Lebih Cepat, Cuma Butuh 3-6 Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal