Paman pelaku mengatakan remaja tersebut telah tinggal bersama kakek dan neneknya sejak kecil. Menurutnya, sang keponakan menghabiskan banyak waktu bermain game dan dikenal sebagai anak yang cenderung tertutup.
Meski demikian, sang paman mengaku tidak melihat adanya perselisihan maupun tanda-tanda tekanan mental yang mencolok sebelum penembakan terjadi.
Polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab aksi tersebut. Riwayat bermain game kekerasan dan pencarian informasi mengenai penembakan di AS masih diperiksa sebagai bagian dari keseluruhan penyelidikan, bukan sebagai bukti bahwa aktivitas tersebut menjadi penyebab langsung terjadinya serangan.