Penemuan Ratusan Mayat Bayi di Panti Gereja, Penyelidikan Masuki Tahap Akhir

Djairan
Ilustrasi penemuan jasad bayi. (Foto: Okezone)

Diduga bayi-bayi itu dianiaya karena lahir dari perempuan yang belum menikah, yang dipandang sebagai noda citra Irlandia sebagai negara Katolik yang taat. Rumah Ibu dan Anak Bon Secours sampai saat ini telah menampung puluhan ribu perempuan yang hamil di luar nikah, termasuk korban pemerkosaan, yang dikirim ke sana untuk melahirkan.

Mantan Perdana Menteri Irlandia, Enda Kenny, menggambarkan situs pemakaman bayi-bayi itu sebagai “kamar mengerikan”. Menurut Reuters, kasus tersebut merusak reputasi Gereja Katolik di Irlandia, yang sebelumnya juga telah dikaitkan dengan serangkaian skandal pendeta pedofil, pelecehan, adopsi paksa bayi di luar nikah dan masalah menyakitkan lainnya.

Paus Fransiskus telah memohon pengampunan atas kasus itu dalam kunjungan ke Irlandia pada 2018. Gereja Katolik diketahui menjalankan banyak peran sosial di Irlandia pada abad ke-20. Dijalankan oleh para biarawati, panti-panti sosial di negara itu menerima bantuan dana dari pemerintah sebagai agen adopsi.

Skandal Rumah Ibu dan Anak Bon Secours mengingatkan publik kembali akan penderitaan yang dialami perempuan dan anak-anak Irlandia di masa lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Mas Bechi Pemerkosa Santriwati Dijebloskan lagi ke Penjara, Bebas Bersyarat Dicabut

6 hari lalu

UEFA Selidiki Pemain Timnas Israel Ludahi Staf Pelatih Irlandia saat UEFA Nations League

8 hari lalu

Horor! Pembunuhan Berantai Belasan Perempuan, Korban Diperkosa lalu Dibuang

18 hari lalu

Menyamar Jadi Polisi, 3 Pria Perkosa Mahasiswi Picu Demonstrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal